July 21, 2026

Rektor IPB Alim Setiawan Dorong Startup Riset Tumbuh Lewat Ekosistem Pendampingan Berkelanjutan

0
WhatsApp_Image_2026-07-21_at_08

BOGOR – Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet menegaskan pentingnya penguatan ekosistem pendampingan berkelanjutan bagi startup berbasis riset agar mampu berkembang dan menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Alim saat membuka Prime STEP Bootcamp 2026 yang digelar IPB University bekerja sama dengan Asian Development Bank (ADB), Senin (20/7/2026). Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara startup binaan, akademisi, mentor, investor, serta mitra strategis dalam memperkuat kapasitas perusahaan rintisan berbasis sains dan teknologi.

Menurut Alim, perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam menjembatani hasil penelitian dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Peran kampus tidak berhenti pada proses menghasilkan riset, tetapi juga harus mampu mendorong inovasi tersebut masuk ke tahap pengembangan bisnis dan komersialisasi.

“Pendampingan kepada startup tidak boleh berhenti setelah mendapatkan pendanaan awal. Melalui ekosistem yang berkelanjutan, startup dapat terus berkembang dan keberhasilannya dapat menjadi sumber dukungan bagi lahirnya startup-startup baru di masa mendatang,” ujar Alim.

Ia menjelaskan, keberadaan program inkubasi dan pendampingan menjadi faktor penting agar para pendiri startup mampu menghadapi berbagai tantangan, mulai dari validasi produk, penguatan model bisnis, hingga membangun jejaring dengan industri dan investor.

Prime STEP Bootcamp 2026 menjadi salah satu upaya IPB University dalam memperkuat hilirisasi hasil riset melalui pendekatan kewirausahaan berbasis inovasi. Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan terkait strategi pengembangan produk, model pendanaan, peningkatan kapasitas pendiri startup, serta peluang kolaborasi dengan berbagai pihak.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Fauzan Adziman dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa keberhasilan startup teknologi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan inovasi, tetapi juga kualitas tim yang mampu menjalankan strategi bisnis secara konsisten.

Sementara itu, perwakilan ADB Theresia Sembiring mengapresiasi perkembangan Program Prime STEP yang dinilai mampu memperkuat ekosistem inovasi berbasis perguruan tinggi. Menurutnya, keberhasilan riset perlu diukur dari sejauh mana inovasi tersebut mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui Prime STEP Bootcamp 2026, IPB University terus memperkuat perannya dalam membangun ekosistem startup berbasis riset yang kompetitif. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, investor, dan mitra pembangunan diharapkan dapat mempercepat lahirnya inovasi yang siap diterapkan dan memberikan kontribusi bagi pembangunan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *