July 21, 2026

IPB University Dorong Hilirisasi Riset, 12 Startup Lolos Inkubasi PRIME STeP 2026

0
Header-Berita-DKST-1162-x-543-px-15

BOGOR – IPB University terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendorong lahirnya perusahaan rintisan berbasis inovasi teknologi. Melalui Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I), IPB University menetapkan 12 startup sebagai peserta Program Inkubasi Bisnis PRIME STeP 2026 Batch 2.

Penetapan tersebut dilakukan setelah rangkaian seleksi presentasi dan wawancara yang berlangsung di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, Jumat (17/7/2026). Sebanyak 27 startup sebelumnya dinyatakan lolos seleksi substansi sebelum mengikuti tahap akhir penilaian.

Dengan terpilihnya 12 startup dari Batch 2, jumlah peserta Program Inkubasi Bisnis PRIME STeP 2026 kini mencapai 49 startup. Jumlah tersebut terdiri atas 37 startup peserta Batch 1 dan 12 startup dari Batch 2.

Program Manager PRIME STeP, Laela Sifa, mengatakan program ini menjadi bagian dari dukungan pemerintah untuk mengembangkan science and techno park di Indonesia sekaligus mempercepat proses hilirisasi hasil penelitian perguruan tinggi.

Menurutnya, PRIME STeP tidak hanya berfokus pada pengembangan inovasi, tetapi juga mendorong agar teknologi hasil riset dapat diterapkan dalam bentuk bisnis yang memiliki nilai ekonomi.

“Project ini juga diharapkan mampu menumbuhkan benih-benih startup di lingkungan perguruan tinggi yang mengadopsi teknologi yang dikembangkan dari perguruan tinggi sebagai wujud nyata dari hilirisasi hasil penelitian,” ujar Laela.

Dalam proses seleksi, para startup mempresentasikan berbagai inovasi dari sejumlah sektor, seperti farmasi dan kosmetika, teknologi, pangan, pertanian, hingga peternakan. Tim reviewer dari Project Management Unit (PMU) dan Project Implementation Unit (PIU) melakukan penilaian terhadap produk, model bisnis, serta kesiapan pengembangan usaha.

Aspek yang menjadi perhatian dalam penilaian meliputi penyelesaian masalah, kebaruan inovasi, pemanfaatan teknologi, potensi pasar, kapasitas tim, keberlanjutan bisnis, hingga peluang pertumbuhan startup.

Asisten Bidang Inkubator Bisnis LPA2I IPB University sekaligus reviewer PIU, Deva Primadia Almada, menjelaskan bahwa seleksi dilakukan secara menyeluruh terhadap startup yang telah melewati tahap administrasi dan desk evaluation.

Ia menyebut startup yang berhasil lolos umumnya memiliki inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan pasar, didukung model bisnis yang jelas serta tim yang mampu menjalankan strategi pengembangan usaha.

“Kami tidak hanya melihat inovasinya, tetapi juga bagaimana tim mampu mengeksekusi ide tersebut menjadi bisnis yang berkelanjutan dan berpotensi berkembang,” kata Deva.

Melalui PRIME STeP 2026, IPB University berharap startup peserta dapat berkembang menjadi perusahaan rintisan yang kompetitif dan mampu memberikan dampak bagi sektor agromaritim maupun berbagai bidang strategis lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *