September 18, 2026

Pemkab Bekasi Minta Perusahaan di 11 Kawasan Industri Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

0
1789609246-blob

KABUPATEN BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi akan mengumpulkan pengelola kawasan industri untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal sekaligus memetakan kebutuhan tenaga kerja perusahaan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan, pemerintah daerah akan meminta perusahaan di kawasan industri memberikan perhatian lebih besar kepada pencari kerja yang berdomisili dan memiliki KTP Kabupaten Bekasi.

“Saya akan mengumpulkan semua kawasan industri di Kabupaten Bekasi. Kita akan meminta kepada perusahaan-perusahaan di kawasan tersebut agar mengutamakan rekrutmen masyarakat yang memiliki KTP Kabupaten Bekasi,” ujar Asep.

Pernyataan itu disampaikan saat Asep menghadiri Job Fair Online Jawa Barat bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Kantor Pengelola Kawasan MM2100, Cikarang Barat, Rabu (16/9/2026).

Menurut Asep, Kabupaten Bekasi memiliki sedikitnya 11 kawasan industri yang memegang peran penting dalam aktivitas perekonomian daerah. Keterlibatan pengelola kawasan dan perusahaan diperlukan agar informasi lowongan tersedia secara lebih luas serta penyerapan tenaga kerja lokal dapat diperkuat.

Pemkab Bekasi melalui Dinas Ketenagakerjaan juga menghimpun perusahaan agar mengumumkan lowongan melalui Job Fair Online Jawa Barat. Informasi tersebut dapat diakses pencari kerja melalui platform dan aplikasi Nyari Gawe yang dikembangkan Pemprov Jawa Barat.

Asep menyebut dirinya telah mendatangi sejumlah perusahaan untuk menyampaikan pentingnya membuka kesempatan kerja bagi warga Kabupaten Bekasi. Meski demikian, ia mengakui kebijakan tersebut menghadapi tantangan berupa kesenjangan antara kemampuan pencari kerja dan kriteria yang ditetapkan perusahaan.

Karena itu, Pemkab Bekasi akan memperkuat pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Lulusan SMA, SMK, diploma, hingga perguruan tinggi diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta Job Fair Online diselenggarakan secara rutin, bahkan jika memungkinkan setiap pekan. Keterbukaan informasi lowongan dinilai dapat membantu menekan pengangguran serta mengurangi praktik percaloan dalam proses pencarian kerja.

Dedi juga mendorong perusahaan yang belum terlibat agar bergabung dan memublikasikan kebutuhan tenaga kerja secara terbuka. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh informasi langsung tanpa harus bergantung kepada pihak perantara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *