KDM Minta Intelektual KAHMI Membumikan Gagasan dan Hadirkan Karya Nyata
KOTA BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta kalangan intelektual yang tergabung dalam Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) membumikan gagasan serta nilai-nilai keislaman menjadi karya yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ajakan itu disampaikan Dedi Mulyadi ketika menjadi keynote speaker dalam pembukaan resmi Musyawarah Wilayah (Muswil) VII KAHMI Jawa Barat di Grand Asrili Hotel Convention, Kota Bandung, Jumat (7/8/2026) malam.
Menurut Dedi, gagasan besar tidak boleh hanya beredar dalam forum akademik dengan bahasa yang sulit dipahami. Pemikiran tersebut harus diterjemahkan secara sederhana agar dapat menjadi solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Seluruh bahasa yang langit itu harus dijelaskan dalam bahasa bumi,” kata gubernur yang akrab disapa KDM tersebut.
Ia berpandangan, permasalahan bangsa tidak cukup diselesaikan melalui pergantian rezim ataupun penyusunan regulasi baru. Indonesia membutuhkan pemikiran yang berakar pada kebudayaan Nusantara dan diwujudkan dalam tindakan nyata.
KDM juga mengkritik praktik akademik yang sebatas berorientasi pada pemenuhan persyaratan administratif dan perolehan gelar. Menurutnya, ilmu harus berdiri di atas nilai kejujuran, keadilan, dan kebenaran sekaligus memberikan dampak bagi kehidupan publik.
Karena itu, para intelektual didorong tidak berhenti sebagai orang yang mengetahui berbagai teori. Mereka harus bertransformasi menjadi pencipta yang menghasilkan karya, antara lain dalam bidang arsitektur, pendidikan, teknologi aplikasi, energi, dan kebudayaan.
Dalam menjelaskan pentingnya kepemimpinan yang membumi, Dedi mengangkat tokoh Semar dalam tradisi pewayangan. Semar digambarkan meninggalkan kedudukan tinggi di kahyangan untuk hadir di tengah masyarakat.
“Bagi seorang Semar, tinggal di kahyangan memang terhormat, memang tinggi. Tapi tidak ada arti karena tidak bisa mengubah. Tapi dengan menjadi seorang kepala desa, dia bisa mengubah sebuah peradaban,” ujarnya.
Melalui Muswil VII tersebut, KAHMI Jawa Barat diharapkan semakin aktif menghubungkan kekuatan pemikiran, nilai keislaman, dan kebutuhan masyarakat dalam agenda pembangunan daerah.
