July 26, 2026

IPB University dan Bank Indonesia Kembangkan Ekosistem Beras Pesantren, Dorong Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi

0
ipb-university-perkuat-ekosistem-beras-berbasis-pesantren-bersama-bank-indonesia-di-jawa-timur-770x400

BERITA JABAR 24 – IPB University bersama Bank Indonesia mengembangkan ekosistem beras berbasis pondok pesantren sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi pangan. Program tersebut diterapkan di Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Jombang, Jawa Timur, melalui Program Kemandirian Ekonomi Pesantren Berbasis Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Pelaksanaan program diawali dengan Forum Sinergi dan Diskusi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lamongan di Pondok Pesantren Sunan Drajat. Kegiatan kemudian dilanjutkan di Pondok Pesantren Fathul Ulum, Kabupaten Jombang, dengan melibatkan pemerintah daerah, pondok pesantren, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan.

Perwakilan Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia, Yason Taufik Akbar, mengatakan program tersebut bertujuan mempersingkat rantai distribusi beras yang selama ini dinilai terlalu panjang sehingga berdampak terhadap tingginya harga pangan di tingkat konsumen.

Melalui model tersebut, hasil panen petani akan diproses di rice milling unit (RMU) milik pondok pesantren sebelum disalurkan kepada pondok pesantren maupun badan usaha milik daerah (BUMD). Selain itu, Bank Indonesia juga mendorong penerapan contract farming serta pemanfaatan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) produktif sebagai alternatif pembiayaan bagi petani.

Direktur Riset Pondok Pesantren Sunan Drajat, Didik, mengungkapkan pesantrennya telah memiliki ekosistem usaha yang berkembang. Saat ini, jaringan Toserba yang dikelola pesantren telah memiliki sekitar 100 gerai dan terus melakukan ekspansi, disertai pengembangan usaha peternakan ayam pedaging berkapasitas hingga 600.000 ekor.

Dalam forum di Lamongan, para petani juga menyampaikan berbagai tantangan budidaya, seperti keterbatasan air, serangan hama tikus dan wereng, serta persoalan pemupukan. Menjawab tantangan tersebut, tim IPB University menyiapkan pendampingan melalui teknologi bioimunisasi, penggunaan varietas adaptif, pemasangan automatic weather station (AWS), analisis kesuburan tanah, hingga pengembangan lahan percontohan bersama gabungan kelompok tani.

Program kemudian diperluas ke Kabupaten Jombang dengan memperkenalkan varietas unggul IPB 9G, IPB 13S, dan IPB 15S. Infrastruktur pendukung seperti vertical dryer dan AWS juga disiapkan guna meningkatkan produktivitas budidaya padi.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara petani dan Botani Seed terkait penyerapan hasil panen varietas IPB 9G selama satu tahun. Melalui sinergi IPB University, Bank Indonesia, pemerintah daerah, pondok pesantren, koperasi, BUMD, dan kelompok tani, model ekosistem beras berbasis pesantren diharapkan mampu menciptakan rantai pasok yang lebih efisien, meningkatkan kesejahteraan petani, menjaga stabilitas harga pangan, serta menjadi contoh penguatan ketahanan pangan yang dapat diterapkan di berbagai wilayah Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *