IPB University Bogor Jadi Lokasi Bootcamp 49 Startup PRIME STeP, Dorong Riset Masuk Industri
BOGOR – Sebanyak 49 startup hasil pengembangan riset terpilih mengikuti bootcamp program Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Technology Parks Project (PRIME STeP) yang berlangsung di Kampus IPB University Taman Kencana, Bogor.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat hilirisasi inovasi dari lingkungan perguruan tinggi agar mampu berkembang menjadi produk teknologi yang siap bersaing di pasar nasional.
Melalui program PRIME STeP, para startup mendapatkan pendampingan dalam penguatan bisnis, pengembangan jejaring, serta peningkatan kapasitas agar mampu membangun usaha berbasis teknologi secara berkelanjutan.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Dr Fauzan Adziman, mengatakan program tersebut menjadi peluang besar bagi para inovator untuk membawa hasil riset menjadi produk bernilai ekonomi.
Fauzan meminta seluruh peserta memanfaatkan pendampingan dan dukungan yang diberikan untuk mempercepat perkembangan startup masing-masing.
“Selamat kepada 49 startup yang tergabung dalam PRIME STeP. Ini kesempatan yang sangat baik. Pendanaan program ini sangat besar sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Fauzan.
Ia menjelaskan, pemerintah terus mendorong perguruan tinggi agar tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga berperan sebagai penggerak industrialisasi nasional.
Menurutnya, arahan Presiden RI melalui Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 menegaskan pentingnya inovasi berbasis riset untuk memperkuat kemandirian ekonomi bangsa.
“Kami sedang mencari produk-produk inovasi yang layak diangkat secara nasional dan membutuhkan investasi lebih besar agar mampu berkembang menjadi industri,” katanya.
Fauzan menambahkan, keberhasilan sebuah startup tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan bisnis, tetapi juga kemampuan membangun ekosistem yang kuat melalui kolaborasi dengan investor, industri, dan lembaga penelitian.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap ekosistem inovasi IPB University yang dinilai mampu menghubungkan berbagai tahapan, mulai dari penelitian, inkubasi, hingga pengembangan usaha.
Sementara itu, Rektor IPB University Dr Alim Setiawan menyampaikan apresiasi kepada Kemdiktisaintek dan Asian Development Bank (ADB) atas dukungan dalam pengembangan startup berbasis riset.
Alim mengatakan IPB University terus membangun sistem pendukung agar startup yang telah berkembang dapat berkontribusi kembali dalam menciptakan inovasi baru.
“Kami telah menerbitkan Peraturan Rektor untuk membangun ekosistem startup yang lebih berkelanjutan. Startup yang telah berkembang diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada kampus yang nantinya digunakan kembali untuk mendanai startup-startup baru,” ujarnya.
Perwakilan ADB, Theresia Sembiring, mengungkapkan bahwa PRIME STeP tahun 2026 diikuti oleh 49 startup yang terdiri dari 35 startup tahap inkubasi dan 14 startup tahap akselerasi.
Ia mengajak para peserta memanfaatkan bootcamp selama tiga hari untuk memperluas koneksi, menguji model bisnis, serta belajar dari mentor dan pelaku industri.
Menurut Theresia, inovasi tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, menciptakan nilai ekonomi, dan membuka peluang kerja.
ADB juga tengah mendukung pemetaan Science and Technology Park (STP) di Indonesia untuk memperkuat pengembangan ekosistem inovasi nasional.
