July 23, 2026

Aksi Ekologi MPLS Pancawaluya 2026, Sekda Jabar Ajak Pelajar Bangun Karakter Peduli Lingkungan

0
1483268_720

BANDUNG – Rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pancawaluya 2026 di Jawa Barat ditutup melalui kegiatan Aksi Ekologi yang melibatkan ratusan ribu peserta didik baru. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menegaskan, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi agenda penutup MPLS, tetapi menjadi momentum awal membangun karakter pelajar.

Aksi Ekologi dipusatkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, Selasa (21/7/2026), dan dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Herman mengatakan, makna utama dari kegiatan tersebut bukan sekadar aksi simbolis, melainkan bagaimana peserta didik mampu menerapkan nilai kepedulian terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini hanya simbolis. Yang paling penting adalah gerakan nyata setelah kembali ke rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat,” ujar Herman.

Aksi Ekologi dilaksanakan di 882 titik sekolah negeri dengan pusat kegiatan di 27 kabupaten dan kota. Secara keseluruhan, kegiatan ini melibatkan 343.374 peserta didik baru kelas X SMA, SMK, dan SLB dari sekolah negeri maupun swasta. Sebanyak 327.604 peserta didik di antaranya berasal dari sekolah negeri.

Dalam kesempatan tersebut, Herman mengajak para pelajar membangun karakter melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Menurutnya, aktivitas seperti menjaga kebersihan rumah, mencuci dan menyetrika pakaian sendiri, membantu orang tua berdagang maupun bertani, hingga menjaga lingkungan sekitar merupakan bagian dari proses pembentukan kemandirian dan tanggung jawab.

Ia menilai, keberhasilan generasi muda tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari karakter serta kemampuan nonakademik atau soft skills yang tumbuh melalui kebiasaan positif.

“Cara terbaik meramal masa depan adalah menciptakannya hari ini. Mulailah dari hal-hal kecil, sederhana, tetapi dilakukan secara konsisten,” kata Herman.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto menjelaskan, Aksi Ekologi merupakan bagian dari implementasi pendidikan karakter Pancawaluya. Program tersebut dirancang agar kepedulian terhadap lingkungan menjadi budaya di sekolah.

Menurut Purwanto, pendidikan karakter dapat dimulai dari hal mendasar seperti menjaga kebersihan diri, ruang kelas, halaman sekolah, hingga lingkungan sekitar.

Kegiatan Aksi Ekologi melibatkan berbagai pihak, mulai dari River Clean Up Indonesia, Komunitas Sapulidi, perangkat daerah, TNI, Polri, hingga komunitas peduli lingkungan. Para peserta melakukan berbagai aktivitas, seperti operasi semut, pembersihan kawasan dan sungai, serta perawatan area makam pahlawan.

Selain TMP Cikutra, aksi serupa juga berlangsung di SMAN 3 Bandung dan SMAN 5 Bandung bersama Pandawara Group serta di seluruh satuan pendidikan di Jawa Barat.

Melalui gerakan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap nilai-nilai Pancawaluya yakni Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer tidak hanya menjadi konsep pendidikan, tetapi menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan para pelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *