August 17, 2026

Berawal dari Gimnastik, Keita Siap Bawa Nama Kota Bekasi di Porprov Jabar 2026

0
IMG_20260810_223357-768x433

KOTA BEKASI — Gimnastik artistik menjadi awal perjalanan olahraga Keita Adhitya Aisha sebelum dirinya menemukan wushu sebagai bidang yang ingin ditekuni secara serius.

Dalam wawancara khusus dengan BeritaJabar24, Senin (10/8/2026), warga Kota Bekasi berusia 18 tahun itu menceritakan ketertarikannya pada wushu bermula ketika melihat kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Gerakan dalam olahraga tersebut memadukan unsur akrobatik yang telah dikenalnya dengan seni bela diri yang memang ingin dipelajari.

Kecocokan itu membawa Keita menekuni wushu selama tujuh tahun. Ia berlatih dan membangun rekam prestasi bersama klub Patriot Martial Arts di bawah arahan Muhammad Abdul Harist, atlet wushu nasional yang juga menjadi pelatihnya.

Keita kini bersiap membawa nama Kota Bekasi dalam Porprov XV Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang. Ia akan tampil pada nomor duilian kategori taolu.

Kesempatan bergabung dengan tim Porprov diperolehnya melalui proses berjenjang. Prestasi Keita terlebih dahulu dipantau di tingkat klub sebelum mengikuti Seleksi Kota yang digelar Pengurus Cabang Wushu Kota Bekasi.

Penilaian mencakup penguasaan teknik jurus, kondisi fisik, kedisiplinan, serta penampilan dalam simulasi pertandingan. Setelah dinyatakan lolos, Keita mengikuti Pemusatan Latihan Cabang hingga ditetapkan sebagai wakil Kota Bekasi.

Menjelang Porprov, latihan difokuskan pada peningkatan stamina, ketajaman teknik, ketepatan detail jurus, dan kesiapan mental. Ketegasan setiap gerakan menjadi bagian penting karena kesalahan kecil dapat memengaruhi penilaian dalam pertandingan taolu.

Pengalamannya ditopang sejumlah prestasi. Keita meraih perak Women’s Duilian pada Porprov 2022. Dalam Indonesia Wushu League 2025, ia memperoleh emas Animal Imitation dan Traditional Weapon, serta perak Daoshu A. Dua medali perak kembali diraihnya pada Kejurnas Wushu Kungfu 2026.

Prestasi olahraga turut mengantarkan Keita memperoleh beasiswa penuh jalur atlet di Universitas Esa Unggul. Ia kini tercatat sebagai mahasiswa semester tiga Program Studi Ilmu Gizi.

Keita berharap perjalanannya dapat mendorong lebih banyak anak muda, terutama perempuan, untuk mengenal wushu. Menurutnya, olahraga bela diri tidak hanya membentuk kemampuan fisik, tetapi juga kedisiplinan, ketahanan mental, dan kepercayaan diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *