October 14, 2026

IPB University Perkuat Kemitraan Pertanian di Jombang, Benih hingga Pasar Disiapkan

0
ipb 1

JOMBANG – IPB University melalui Center for Islamic Business and Economic Studies (CIBEST) memperkuat kemitraan pertanian di Desa Sugihwaras, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Dukungan tersebut mencakup kepastian pasokan benih padi unggul, pendampingan budi daya, penguatan koperasi, pengembangan pasar, serta kesiapan pengolahan hasil panen.

Pasokan benih yang disiapkan bagi petani merupakan varietas IPB 13S dan IPB 15S. Penyediaannya dilakukan melalui kemitraan antara Pondok Pesantren Fathul Ulum, Koperasi Produsen Industri Kreatif Modern, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sugihwaras, dan PT Botani Seed.

Selain memperoleh kepastian benih, petani akan mendapatkan pendampingan teknis budi daya secara berkala. Penguatan koperasi produsen turut dilakukan untuk mendukung pengelolaan usaha dan hubungan petani dengan mitra bisnis.

Sekretaris CIBEST IPB University, Rahmat Yanuar, menekankan pentingnya kelembagaan yang terstruktur dalam Pelatihan Tata Kelola Kelembagaan pada 10 Oktober 2026. Menurutnya, koperasi dapat menjalankan sejumlah fungsi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan petani.

Koperasi, kata Rahmat, dapat membantu menjamin kepastian pasar, menghubungkan anggota dengan mitra usaha, serta memitigasi risiko di lapangan. Kelembagaan tersebut juga dapat menekan biaya operasional, memfasilitasi akses permodalan, dan mendukung negosiasi harga sebelum masa tanam dimulai.

“Koperasi adalah milik bersama para petani, sehingga transparansi dan keterbukaan informasi menjadi fondasi utama untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan anggota secara berkelanjutan,” ujarnya.

Pengembangan kerja sama koperasi dan gapoktan akan mencakup distribusi beras ke jejaring ritel. Kemitraan juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan gabah Unit Bisnis Pondok Pesantren Sunan Drajat di Lamongan serta menyediakan pupuk nonsubsidi dan pupuk cair.

Perwakilan petani, Bahruddin, menyambut baik rencana penanaman varietas IPB 13S dan IPB 15S. Ia menilai dukungan benih yang disertai pendampingan teknis dan kepastian pembeli melalui jejaring koperasi memberikan ketenangan serta kepastian harga bagi petani.

Bahruddin berharap pendampingan terus berlanjut sehingga koperasi yang dibentuk dapat berkembang mandiri dan membantu meningkatkan taraf hidup petani Desa Sugihwaras.

Pada sisi pengolahan, Rice Milling Unit (RMU) Desa Sugihwaras ditargetkan beroperasi penuh pada akhir Oktober 2026. Fasilitas ini dilengkapi vertical dryer berkapasitas 10 ton melalui bantuan Bank Indonesia, jaringan listrik penunjang, serta armada traktor pengolah lahan.

Keterhubungan antara benih, produksi, kelembagaan, pemasaran, dan pengolahan hasil panen diharapkan dapat memperkuat usaha pertanian setempat sekaligus mendukung kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *