August 30, 2026

Danantara Proyeksikan PSEL Bekasi Buka 1.000 Lapangan Kerja Hijau

0
img_6a8e9c13f078b8.69791361

KOTA BEKASI – Danantara Indonesia memproyeksikan pembangunan fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi dapat membuka hampir 1.000 lapangan kerja hijau dan menghasilkan energi bersih bagi puluhan ribu rumah tangga.

Proyek tersebut diresmikan di Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, Rabu (26/8/2026). Pelaksanaan pembangunan dilakukan melalui PT Danantara Investment Management (DIM) bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera).

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengatakan PSEL Kota Bekasi tidak hanya dirancang sebagai fasilitas pengurangan sampah. Proyek ini juga diarahkan untuk menciptakan nilai ekonomi dan memperluas pemanfaatan energi bersih.

“Inisiatif ini diharapkan menghasilkan hampir 1.000 lapangan kerja hijau dan menyediakan energi bersih bagi puluhan ribu rumah tangga,” kata Pandu.

Fasilitas tersebut dirancang mampu mengolah hingga 1.500 ton sampah per hari dan ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2028. Kehadirannya diharapkan mengurangi tekanan terhadap tempat pembuangan akhir Kota Bekasi yang telah melampaui kapasitas.

Danantara memilih Kota Bekasi karena wilayah tersebut memiliki posisi penting dalam sistem pengelolaan sampah kawasan Jabodetabek. Selain memiliki kesiapan lahan, pemerintah daerah dinilai mampu memberikan kepastian pasokan sampah untuk mendukung keberlanjutan fasilitas.

PSEL Kota Bekasi merupakan proyek kedua Danantara yang memasuki tahap pembangunan. Sebelumnya, pembangunan fasilitas PSEL Denpasar Raya telah dimulai pada Juli 2026.

Untuk menjamin penyerapan energi yang dihasilkan, pengelola menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dengan PT PLN (Persero). Listrik dari fasilitas PSEL akan dibeli dengan harga USD 0,20 per kilowatt hour untuk seluruh kapasitas.

Proyek ini juga telah memperoleh dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup. AMDAL diserahkan kepada Bekasi Environment Nusantara selaku badan usaha pengembang dan pengelola pada 24 Agustus 2026.

Dalam operasionalnya, PSEL akan menggunakan teknologi moving grate incinerator dengan Air Pollution Control System. Teknologi tersebut dirancang untuk mengurangi volume sampah secara cepat sekaligus mengendalikan emisi berdasarkan standar lingkungan Uni Eropa.

Danantara berharap sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, PLN, dan pemangku kepentingan lainnya dapat menjadikan PSEL Bekasi sebagai model pengelolaan sampah yang menghasilkan manfaat lingkungan, energi, dan kesempatan kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *