BCFM 2026 Catat Transaksi Sementara Rp334,9 Juta, UMKM dan Industri Fesyen Bekasi Didorong Perluas Pasar
KOTA BEKASI – Bekasi City Fashion Movement (BCFM) 2026 mencatat nilai transaksi dan pendapatan sementara sebesar Rp334.956.923 berdasarkan hasil rekapitulasi dua hari pertama penyelenggaraan pada 9–10 Oktober 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bekasi bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bekasi tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Oktober 2026, di Pakuwon Mall Bekasi.
Nilai transaksi yang tercatat berasal dari aktivitas ekonomi yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), industri kecil dan menengah (IKM), desainer, perajin, penyedia jasa kreatif, serta mitra usaha.
Berdasarkan siaran pers penyelenggara tertanggal 13 Oktober 2026, capaian tersebut masih bersifat sementara karena belum mencakup seluruh transaksi selama tiga hari pelaksanaan kegiatan.
BCFM 2026 merupakan salah satu agenda pengembangan industri fesyen dan ekonomi kreatif Kota Bekasi yang mempertemukan pelaku usaha, komunitas, pemerintah, dan dunia industri.
Mengusung tema “Langkah Berani Warisan Lokal di Panggung Juara”, kegiatan tahun ini juga menghadirkan konsep Sporty and Dynamic – Road to PORPROV 2026.
Rangkaian kegiatan meliputi peragaan busana karya desainer lokal, fashion show pengurus Dekranasda bersama atlet PORPROV, serta penampilan perangkat daerah, badan usaha milik daerah (BUMD), sponsor, dan organisasi perempuan.
Penyelenggara turut menghadirkan peragaan busana inklusif bagi penyandang disabilitas, bazar produk kreatif, diskusi, kegiatan keterampilan, pertunjukan seni budaya, dan hiburan musik.
Ketua Dekranasda Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, menyatakan bahwa kegiatan tersebut diharapkan memberikan kesempatan ekonomi lebih luas bagi para pelaku industri kreatif daerah.
“BCFM bukan hanya tentang menampilkan karya di atas panggung, tetapi bagaimana kreativitas mampu membuka peluang usaha dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat,” ujar Wiwiek.
Menurutnya, capaian transaksi yang diperoleh menjadi dorongan untuk terus mendukung perkembangan para desainer, perajin, dan pelaku UMKM agar mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk.
BCFM tahun ini juga dikaitkan dengan persiapan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XV Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
Melalui keterlibatan atlet dan unsur olahraga dalam kegiatan fesyen, penyelenggara berupaya memperluas partisipasi berbagai sektor masyarakat dalam menyambut kompetisi olahraga tingkat provinsi tersebut.
Dekranasda Kota Bekasi berharap BCFM dapat terus dikembangkan sebagai sarana promosi ekonomi kreatif dan penguatan jejaring bisnis.
Sementara itu, hasil rekapitulasi akhir transaksi masih diperlukan untuk mengetahui keseluruhan nilai aktivitas ekonomi yang tercipta sepanjang penyelenggaraan BCFM 2026.
