October 6, 2026

Mahasiswa IPB University Kembangkan SiMata, Skrining Awal Penyalahgunaan NAPZA Berbasis AI

0
mahasiswa-ipb-university-kembangkan-simata-skrining-awal-napza-berbasis-ai-lewat-respons-pupil-770x400

KABUPATEN BOGOR – Lima mahasiswa IPB University mengembangkan SiMata, sistem pemeriksaan awal nonmedis untuk mendeteksi indikasi penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) melalui analisis respons pupil mata berbasis kecerdasan buatan (AI).

Inovasi tersebut dirancang sebagai alternatif skrining awal yang noninvasif, cepat, dan lebih terjangkau, terutama untuk mendukung upaya deteksi dini di lingkungan pendidikan.

Perwakilan tim, Dwina Sarah Diva, mengatakan gagasan SiMata berangkat dari besarnya persoalan penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Data Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat prevalensi penyalahgunaan narkoba pada 2023 mencapai 1,73 persen penduduk usia 15–64 tahun atau sekitar 3,33 juta jiwa.

Menurut Dwina, tanda awal berupa perubahan emosi dan menurunnya kendali diri kerap dianggap sebagai perilaku remaja biasa. Kondisi tersebut dapat menyebabkan indikasi paparan zat terlambat diketahui.

SiMata memanfaatkan temuan bahwa zat psikoaktif dapat memengaruhi diameter pupil secara spesifik dan cepat. Kamera digunakan merekam respons pupil terhadap stimulus cahaya, kemudian citra dianalisis menggunakan algoritma convolutional neural network (CNN).

Hasil skrining dikelompokkan menjadi tiga kategori, yakni aman, perlu pemeriksaan lanjutan, dan perlu perhatian. Tim juga merancang data yang telah dianonimkan agar dapat diintegrasikan ke dalam basis data nasional.

Dwina menegaskan SiMata bukan alat diagnosis dan tidak dimaksudkan menggantikan pemeriksaan medis seperti tes urine, darah, rambut, maupun saliva.

Dalam tahap pengembangan, tim telah melakukan audiensi dengan BNN Kabupaten Bogor dan menggandeng SMK Pembangunan untuk produksi video edukasi.

SiMata memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK) 2026. Tim terdiri atas Dwina Sarah Diva, Fahriatu Saidah, Citra Putri Marlin, Jihan Delly Naysilla, dan Najwa Alya Kamaludin di bawah bimbingan Dr Medhanita Dewi Renanti.

Mereka selanjutnya menargetkan membawa gagasan tersebut menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) pada November 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *