August 9, 2026

IPB University Hadirkan Mobil Klinik Tanaman, Dampingi Petani Hadapi Serangan Hama Padi

0
1785643680291429_6513f18914_775eed9d-d539-4799-a362-d8308f22306e

BOGOR – IPB University menghadirkan inovasi layanan pertanian melalui Safari Perdana Mobil Klinik Tanaman yang membawa fasilitas konsultasi dan laboratorium langsung ke lahan petani. Program ini menjadi langkah nyata perguruan tinggi dalam membantu petani menghadapi meningkatnya serangan hama dan penyakit tanaman.

Safari Mobil Klinik Tanaman yang berlangsung pada 30 Juli hingga 4 Agustus 2026 menyasar tujuh sentra produksi padi di sejumlah wilayah, yakni Boyolali, Sukoharjo, Klaten, Demak, Grobogan, Indramayu, dan Subang.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari respons cepat IPB University terhadap gangguan organisme pengganggu tanaman, khususnya penggerek batang, wereng batang cokelat, dan tikus yang menyerang pertanaman padi pada akhir musim tanam kedua tahun 2026. Program ini juga terintegrasi dengan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) serta program Dosen Mengabdi Pulang Kampung (Dospulkam).

Tim Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB University melakukan pengamatan langsung di lapangan, memberikan layanan konsultasi kepada petani dan penyuluh, serta menyusun rekomendasi pengendalian berdasarkan kondisi agroekosistem di masing-masing daerah.

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Rachmat, mengatakan penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) menjadi strategi penting dalam menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional. Ia menilai petani perlu terus diperkuat agar mampu mengelola tanaman secara mandiri melalui pendekatan yang ramah lingkungan.

Berbeda dengan pola layanan konvensional yang mengharuskan petani membawa sampel tanaman ke laboratorium, Mobil Klinik Tanaman menghadirkan layanan diagnosis langsung di area pertanian. Petani dapat berdiskusi dengan para ahli mengenai penyebab kerusakan tanaman sekaligus menentukan langkah pengendalian yang tepat.

Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet, S.TP., M.Si., menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mampu hadir memberikan solusi atas persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan petani menjadi kunci menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian, termasuk perubahan iklim dan ledakan hama.

Di Klaten, tim IPB University yang dipimpin Prof. Dr. Ir. Hermanu Triwidodo, M.Sc., bersama LP2NU Klaten mengembangkan strategi pengendalian berbasis pencegahan melalui pengamatan agroekosistem dan identifikasi risiko sejak dini.

IPB University berharap Mobil Klinik Tanaman dapat berkembang menjadi layanan perlindungan tanaman yang lebih cepat, akurat, dan berkelanjutan bagi petani di berbagai daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *