August 2, 2026

Dedi Mulyadi Groundbreaking PSEL Legok Nangka, Jabar Ubah Sampah Jadi Energi Listrik

0
pengolah-sampah-menjadi-energi-listrik-legok-nangka-dibangun-2131-ton-sampah-diolah-per-hari-dok-esdm-1785473580144_169

BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi memulai pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka, Kabupaten Bandung.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Yuliot Tanjung melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek tersebut pada Rabu (29/7/2026).

Pembangunan PSEL Legok Nangka menjadi salah satu langkah besar Jawa Barat dalam mengubah pola pengelolaan sampah dari sekadar pembuangan akhir menjadi pengolahan berbasis teknologi yang menghasilkan manfaat baru berupa energi listrik.

Dedi Mulyadi mengatakan, proyek tersebut merupakan wujud komitmen Pemprov Jabar dalam menyelesaikan persoalan sampah, terutama di kawasan Bandung Raya dan wilayah sekitarnya.

Menurutnya, sampah harus dikelola sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat lingkungan, bukan hanya menjadi persoalan yang membebani masyarakat.

“PSEL Legok Nangka merupakan komitmen Pemda Provinsi Jabar dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik. Kami ingin menjadikan persoalan sampah bukan lagi sebagai beban, tetapi sebagai sumber daya yang dapat memberikan nilai tambah melalui energi bersih,” ujar Dedi.

TPPAS Regional Legok Nangka diproyeksikan memiliki kapasitas pengolahan sekitar 2.131 ton sampah per hari. Fasilitas ini akan melayani enam daerah, yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Sumedang.

Melalui penerapan teknologi waste-to-energy, sampah yang sebelumnya menjadi persoalan lingkungan akan dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik sekaligus mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.

Wakil Menteri ESDM RI Yuliot Tanjung menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pemprov Jawa Barat dalam mengembangkan proyek energi berbasis pengelolaan sampah tersebut.

Ia menilai PSEL Legok Nangka dapat menjadi model nasional dalam penerapan teknologi waste-to-energy di Indonesia karena memberikan dampak luas, mulai dari penyediaan energi bersih, pembukaan lapangan kerja, penguatan ekonomi daerah, hingga penurunan emisi karbon.

“Proyek ini diharapkan menjadi percontohan nasional untuk pengembangan waste-to-energy melalui kolaborasi yang solid,” kata Yuliot.

Pembangunan proyek strategis ini juga mendapat dukungan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), dengan penjaminan investasi dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PT PII.

Melalui sinergi pemerintah pusat, Pemprov Jabar, badan usaha, dan berbagai pihak terkait, PSEL Legok Nangka diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang pengelolaan sampah sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat di Jawa Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *