IPB University Kirim 125 Mahasiswa dan Dosen Dampingi Pengembangan Kawasan Transmigrasi
BOGOR – IPB University mengirimkan 125 mahasiswa dan dosen yang tergabung dalam 25 tim Ekspedisi Patriot 2026 untuk mendukung pengembangan kawasan transmigrasi di berbagai wilayah Indonesia.
Program yang merupakan bagian dari inisiatif Kementerian Transmigrasi tersebut akan menjalankan sejumlah kegiatan strategis, mulai dari riset, kajian potensi wilayah, pendampingan masyarakat, hingga penerapan inovasi yang dapat memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi.
Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University, Handian Purwawangsa, mengatakan seluruh peserta telah mengikuti pembekalan sebelum diterjunkan ke lokasi masing-masing.
Menurutnya, pembekalan tersebut bertujuan memastikan para peserta memiliki kesiapan dalam menjalankan tugas, baik dari sisi akademik maupun sosial kemasyarakatan.
Ia juga mengingatkan agar seluruh peserta menjaga nama baik almamater, menghormati nilai budaya masyarakat setempat, serta mengedepankan keselamatan selama berada di lokasi pengabdian.
“Jaga nama baik IPB, junjung tinggi etika, hormati budaya lokal, dan berikan yang terbaik untuk masyarakat transmigrasi,” ujar Handian dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (22/7/2026).
Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, menyampaikan keterlibatan kampus dalam Ekspedisi Patriot menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
Ia mengatakan program tersebut juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk memahami persoalan masyarakat secara langsung serta menyusun solusi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan.
“Indikator kesuksesan salah satunya adalah seberapa besar manfaat yang bisa diberikan oleh tim Ekspedisi Patriot,” kata Alim.
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menilai Ekspedisi Patriot memiliki peran penting dalam mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, kawasan transmigrasi memiliki potensi besar menjadi pusat produksi pangan nasional dan ruang penguatan persatuan melalui keberagaman masyarakat.
Dalam ekspedisi ini, IPB University juga membawa sejumlah inovasi pertanian. Salah satunya varietas padi IPB 9G yang memiliki karakteristik amfibi sehingga dapat dikembangkan di lahan sawah maupun lahan kering.
Selain itu, tim juga akan memperkenalkan varietas cabai Patriot hasil penelitian IPB University yang saat ini masih dalam proses pendaftaran. Varietas tersebut akan diuji coba di kawasan transmigrasi selama program berlangsung.
Melalui Ekspedisi Patriot 2026, IPB University berharap berbagai hasil riset dan inovasi kampus dapat diterapkan secara langsung untuk mendorong kemandirian masyarakat serta mempercepat kemajuan kawasan transmigrasi di Indonesia.
