August 1, 2026

IPB Bantah Klaim Rekonstruksi Wajah Nenek Moyang Nusantara, Meme Viral Dipastikan Hoaks

0
Screenshot 2026-08-01 142920

BERITAJABAR24 – Sebuah meme yang mengatasnamakan IPB University dan mengklaim keberhasilan pembuatan model 3D wajah “nenek moyang pertama asal Nusantara” dipastikan tidak benar. Informasi tersebut telah dikonfirmasi pihak IPB University melalui akun resmi Instagram IPBToday, yang menegaskan bahwa lembaga itu tidak pernah mengeluarkan pernyataan maupun penelitian sebagaimana yang beredar di media sosial.

Meme yang menyebar luas itu menampilkan visual rekonstruksi wajah manusia purba dan menempelkan nama IPB University seolah menjadi sumber temuan ilmiah. Padahal, hasil penelusuran menunjukkan gambar tersebut berkaitan dengan publikasi ilmiah berjudul Homo erectus calvaria from Ngawi (Java) and its evolutionary implications yang dimuat dalam jurnal Anthropological Science pada 2015.

Penelitian tersebut merupakan karya ilmiah sejumlah peneliti dari Jepang dan Indonesia, di antaranya Yousuke Kaifu, Iwan Kurniawan, Daisuke Kubo, Erick Sudiyabudi, Gunawan Pontjo Putro, Endang Prasanti, Fachroel Aziz, dan Hisao Baba. Fokus riset itu adalah kajian fosil tempurung kepala Homo erectus dari Ngawi, Jawa Timur, serta implikasinya terhadap evolusi manusia, bukan membuktikan wajah “nenek moyang pertama asal Nusantara” seperti yang diklaim dalam meme.

Di ruang digital, sebagian warganet menduga unggahan tersebut dibuat sebagai lelucon karena hasil rekonstruksinya dinilai mirip dengan sosok tokoh politik nasional yang kerap menjadi bahan perbincangan. Namun, terlepas dari dugaan itu, penggunaan nama IPB University dalam konten tersebut tetap menyesatkan publik karena memberi kesan seolah-olah berasal dari institusi akademik resmi.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa informasi yang beredar di media sosial perlu diverifikasi dengan cermat sebelum dibagikan. Mencatut nama kampus, lembaga riset, atau jurnal ilmiah tanpa dasar yang jelas dapat mempercepat penyebaran hoaks dan merusak kredibilitas sumber informasi yang sah.

Masyarakat diimbau lebih disiplin memeriksa sumber asli, membaca konteks penelitian, dan tidak terpancing judul atau visual yang tampak meyakinkan tetapi tidak akurat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *