Bandara Husein Kembali Beroperasi Agustus 2026, Bandung Percepat Pembenahan Infrastruktur dan Layanan Publik
KOTA BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mempercepat berbagai pembenahan infrastruktur dan layanan publik menjelang reaktivasi Bandara Husein Sastranegara yang dijadwalkan mulai beroperasi kembali pada Agustus 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk menyambut meningkatnya arus wisatawan dan aktivitas ekonomi yang diperkirakan akan kembali menggeliat.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pemerintah daerah memfokuskan persiapan pada penataan kawasan di sekitar bandara agar memberikan kesan pertama yang positif bagi setiap pengunjung yang datang ke Kota Bandung.
Menurutnya, pengelolaan operasional penerbangan menjadi kewenangan pemerintah pusat bersama Angkasa Pura. Sementara itu, Pemkot Bandung bertanggung jawab memastikan lingkungan sekitar bandara tertata dengan baik, bersih, dan nyaman.
“Persiapan dari sisi Kota Bandung begitu wisatawan keluar dari bandara, mereka harus langsung merasa nyaman melihat Kota Bandung yang bersih dan indah,” ujar Farhan di Terminal Leuwipanjang, Rabu (22/7/2026).
Sebagai bagian dari penataan tersebut, Pemkot Bandung akan membangun Gerbang Husein serta mempercantik kawasan Gerbang Tol Pasteur yang menjadi salah satu akses utama menuju pusat Kota Bandung. Penataan ini diharapkan memperkuat citra Bandung sebagai kota tujuan wisata, bisnis, dan investasi.
Farhan menilai wajah kota di pintu masuk menjadi faktor penting dalam membangun pengalaman pertama bagi wisatawan maupun pelaku usaha yang berkunjung ke Bandung.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan Bandara Husein Sastranegara akan kembali melayani penerbangan pada Agustus 2026. Ia optimistis pengoperasian kembali bandara akan meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami mendapat kabar gembira bahwa Bandara Husein diaktifkan kembali pada bulan Agustus. Ini akan memberikan implikasi terhadap meningkatnya pariwisata dan jumlah kunjungan ke Kota Bandung,” kata Dedi.
Ia meminta seluruh elemen pemerintah menjaga kualitas pelayanan publik seiring meningkatnya mobilitas masyarakat. Kebersihan kota, kondisi trotoar, penerangan jalan umum, hingga kualitas jalan harus terus ditingkatkan agar sejalan dengan citra Bandung sebagai kota modern.
Dedi menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus bersinergi dengan Pemkot Bandung dalam penataan kawasan, pengelolaan sampah, serta pembangunan infrastruktur pendukung. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik sekaligus memperkuat daya saing Kota Bandung sebagai salah satu destinasi unggulan di Jawa Barat.
