Dosen IPB Latih Warga Mulyaharja Budidayakan Lele dan Kangkung dalam Ember
KOTA BOGOR – Satu ember dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan dua jenis bahan pangan sekaligus, yakni ikan dan sayuran. Konsep sederhana tersebut diperkenalkan tim dosen IPB University kepada masyarakat Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor, melalui pelatihan budidaya ikan dalam ember atau budikdamber.
Pelatihan bertajuk “Eco-Create Bogor: Pelatihan Urban Farming dengan Metode Budikdamber” itu digelar di Posyandu Kelurahan Mulyaharja. Kegiatan diikuti oleh warga dan perwakilan komunitas setempat yang ingin mempelajari cara memproduksi pangan dengan memanfaatkan lahan terbatas.
Anggota tim IPB University, Dr Roza Yusfiandayani, menjelaskan budikdamber memadukan pemeliharaan ikan lele dan penanaman kangkung. Ikan dipelihara di dalam ember, sementara kangkung ditanam menggunakan netpot yang ditempatkan pada bagian atas wadah.
Sarana yang digunakan relatif sederhana, meliputi ember, benih ikan lele, bibit kangkung, netpot, media tanam seperti rockwool, serta pakan ikan. Meski mudah diterapkan, pengelolaan sistem tersebut tetap membutuhkan ketelitian dan perawatan rutin.
“Dalam budikdamber, yang perlu diperhatikan bukan hanya bagaimana ikan dipelihara, tetapi juga bagaimana sistemnya dijaga agar ikan dan tanaman dapat tumbuh dengan baik,” ujar Roza.
Karena itu, peserta diberikan pemahaman mengenai tahapan persiapan, pemberian pakan, pengelolaan kondisi air, penyesuaian kepadatan ikan, hingga pemantauan pertumbuhan tanaman.
Ketua tim program, Dr Doni Sahat Tua Manalu, mengatakan pelatihan tersebut dirancang agar masyarakat tidak berhenti sebagai penerima informasi. Warga diharapkan mampu menjadi pelaku urban farming dan mengembangkan metode budikdamber secara mandiri di lingkungan masing-masing.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Technology Parks (PRIME STeP) 2026 yang berfokus pada edukasi serta pemberdayaan masyarakat melalui penerapan teknologi praktis, hemat lahan, dan ramah lingkungan.
Lurah Mulyaharja Muslim Yuliantono menyambut baik pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan itu membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal cara baru menghasilkan pangan dari lingkungan sekitar.
Selain Doni dan Roza, tim pelaksana terdiri atas Andini Tribuana Tunggadewi, Wiranda Intan Suri, Kharisma Fitri Hapsari, serta mahasiswa IPB University. Budikdamber diharapkan berkembang menjadi salah satu pilihan pertanian perkotaan yang mendukung ketahanan pangan warga Mulyaharja.
