September 5, 2026

Dies Natalis ke-63, Rektor Tegaskan Tiga Arah Pengembangan IPB University

0
dies-natalis-ke-63-rektor-perkuat-arah-pengembangan-ipb-university-770x400

KABUPATEN BOGOR – Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet, menegaskan tiga prinsip utama sebagai arah pengembangan institusi, yakni inklusivitas, kemakmuran, dan keberlanjutan. Ketiga prinsip tersebut disampaikan dalam Sidang Terbuka Dies Natalis ke-63 IPB University di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga, Bogor.

Alim mengatakan, perubahan zaman menuntut perguruan tinggi tidak hanya unggul dalam kegiatan akademik, tetapi juga mampu memastikan ilmu pengetahuan dan inovasi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam aspek inklusivitas, IPB University berkomitmen memperluas akses terhadap pendidikan dan hasil inovasi tanpa menurunkan standar mutu. Teknologi yang dihasilkan kampus diharapkan dapat digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk petani kecil, nelayan dengan peralatan sederhana, pembudi daya ikan, dan masyarakat desa.

Prinsip kedua adalah kemakmuran atau prosperity. IPB University memperkenalkan program IPB Prosperity sebagai ekosistem yang dirancang untuk membangun sumber kesejahteraan warga kampus secara lebih pasti dan berkelanjutan.

Sebagian hasil pertumbuhan bisnis dan kerja sama institusi akan dikelola secara profesional agar manfaatnya dapat kembali kepada warga IPB University. Langkah awalnya diwujudkan melalui peningkatan gaji pegawai kontrak serta peluncuran IPB Bakti Lestari.

Program IPB Bakti Lestari memberikan tambahan tabungan dana pensiun sebesar Rp10 juta per tahun bagi setiap pegawai tetap. Manfaat tersebut dihitung mulai sepuluh tahun sebelum pegawai memasuki masa pensiun.

Sementara itu, prinsip keberlanjutan akan ditempatkan sebagai bagian penting dalam setiap pengembangan inovasi. IPB University diarahkan mengambil peran lebih besar dalam pertanian adaptif terhadap perubahan iklim, ekonomi biru, ekonomi sirkular, serta pendekatan one health.

Alim menegaskan bahwa IPB University harus berkembang menjadi laboratorium hidup atau living laboratory bagi penerapan prinsip keberlanjutan.

Menurutnya, keberhasilan kampus tidak cukup diukur melalui jumlah publikasi, inovasi, maupun peringkat akademik. Dampaknya juga harus terlihat dari peningkatan nilai tambah, terbukanya lapangan kerja, serta bertambahnya kesejahteraan petani, nelayan, pembudi daya ikan, dan masyarakat perdesaan.

Pada peringatan Dies Natalis tersebut, IPB University juga memberikan apresiasi kepada petani dan masyarakat desa mitra yang selama ini terlibat dalam kegiatan dosen dan mahasiswa. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan ilmu pengetahuan tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *