July 25, 2026

IPB University dan BRIN Perkuat Kolaborasi Internasional Bahas Masa Depan Megaurban Jabodetabek

0
jsf-2026-ipb-university-satukan-peneliti-dari-12-negara-untuk-bahas-megaurbanisasi-berkelanjutan-770x400

JAKARTA – IPB University bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kolaborasi internasional dalam mengkaji tantangan dan peluang pembangunan kawasan megaurban melalui penyelenggaraan The 8th International Conference of Jabodetabek Study Forum (JSF) 2026.

Konferensi yang berlangsung secara hybrid di BRIN Thamrin Convention Hall, Jakarta, pada 23–24 Juli 2026 ini mengangkat tema Towards Resilient and Sustainable Mega-Urbanization in the Global South. Sebanyak 88 peserta dari 12 negara mengikuti forum yang mempertemukan akademisi, peneliti, pemerintah, dan praktisi untuk membahas masa depan kawasan metropolitan.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi IPB University dengan BRIN, Graduate School of Global Environmental Studies (GSGES) Kyoto University, serta Pusat Penelitian Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah (PPIW) Institut Teknologi Bandung.

Kepala BRIN, Prof Arif Satria, mengatakan Jabodetabek telah berkembang menjadi salah satu megaurban terbesar di dunia sehingga membutuhkan tata kelola yang semakin adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Menurutnya, berbagai persoalan perkotaan harus diselesaikan melalui sinergi lintas sektor dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Ia menegaskan sektor informal bukan menjadi ancaman, melainkan bagian penting yang perlu diintegrasikan ke dalam sistem ekonomi formal agar mampu memperkuat ketahanan kawasan metropolitan di masa depan.

Sementara itu, Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet, menyampaikan bahwa urbanisasi yang berlangsung cepat di kawasan Global South menghadirkan tantangan multidimensi yang tidak dapat diselesaikan oleh satu disiplin ilmu maupun satu institusi.

Menurutnya, pembangunan perkotaan yang berkelanjutan memerlukan kebijakan berbasis bukti, inovasi teknologi, serta kolaborasi erat antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya ketahanan ekologi melalui penguatan sistem pangan, perlindungan sumber daya air, konservasi keanekaragaman hayati, serta pembangunan wilayah yang inklusif.

Wakil Rektor IPB University Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Agromaritim, Prof Ernan Rustiadi, menjelaskan JSF telah berkembang menjadi forum akademik internasional yang memperkuat jejaring penelitian mengenai dinamika kawasan metropolitan. Menurutnya, fenomena megaurbanisasi tidak hanya memengaruhi wilayah perkotaan, tetapi juga kawasan perdesaan dan periurban sehingga membutuhkan kajian lintas disiplin.

Dalam forum tersebut, Kepala Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) IPB University, Prof Baba Barus, memaparkan pengembangan Desa Binaan Cibulao sebagai contoh praktik baik yang menunjukkan peran kawasan perdesaan dalam mendukung keberlanjutan wilayah metropolitan.

Konferensi JSF 2026 diikuti peserta dari Indonesia, Jepang, Republik Ceko, Tiongkok, Belanda, Irlandia, Malaysia, Timor-Leste, Kenya, dan Zimbabwe. Melalui forum ini, kolaborasi internasional diharapkan semakin kuat dalam menghasilkan rekomendasi ilmiah bagi pembangunan kawasan megaurban yang tangguh dan berkelanjutan, termasuk di wilayah Jabodetabek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *